Sabtu, 11 Februari 2017

Mengerikan, di Ambang Kematian Wanita Ini Sadar Usai Kecelakaan Berat, Namun. . .

Mengerikan, di Ambang Kematian Wanita Ini Sadar Usai Kecelakaan Berat, Namun. . .

Baca Juga



Sempat dikira meninggal, Jeany Hindrayani (33) ternyata sembuh dari luka berat akibat kecelakaan.
Tapi, perjuangan Jeany yang masih tersisa tak kalah berat.
Ia mesti memulihkan memorinya, yang kini bermasalah akibat kecelakaan itu.
Karena kecelakaan itu, Jean mengalami luka organ dalam mulai dari bagian ulu hati, perut, paru-paru dan otak, serta menjalani beberapa operasi di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.
Saat Tribun Bali (Tribunnews Network) mengunjungi Jean (panggilan Jeany Hindrayani) bersama Desiana, adiknya, di ruang Medical Surgical 204 RSUP Sanglah pada 7 Januari lalu, Jean terlihat terbaring di tempat tidurnya.
"Halo Jean, gimana kabarnya sekarang, baik ya? Senyumnya mana Jean… ini kedatangan teman dari Tribun Bali nih," sapa Desiana dengan riang dan senyum ke arah Jean.
Jean pun tampak tersenyum, seperti menyambut sapaan Desiana, adiknya yang berusia 31 tahun.
Tapi, tak lama kemudian ketika diajukan pertanyaan-pertanyaan berikutnya, respons Jean tidak normal.
“Misalnya, ketika ditanya siapa saya, Jean lupa nama saya,” kata Desiana.
Memori atau ingatan Jean kacau akibat kecelakaan yang terjadi di depan sebuah hotel di Sunset Road, Kuta Selatan, Badung, pada 7 Januari lalu.

“Selain tidak ingat dengan saya, Jean pun seperti anak kecil lagi. Dia tidak bisa mengatakan lapar, haus, serta buang air. Menurut dokter, dia mengalami amnesia atau kehilangan memori. Karena itu, saya selalu berada di sampingnya untuk memenuhi segala keperluannya," tutur Desiana.
Desiana menceritakan, Jean merupakan seorang pekerja keras.
Pikirannya hanya untuk kerja, kerja dan kerja.
Itu dilakukan Jean dengan senang hati, sehingga tidak sempat memikirkan untuk mengakhiri masa lajangnya.
Ayahnya meninggalkan Jean dan Desiana saat mereka masih kecil.
Seorang diri ibu mereka membesarkan kedua bersaudara ini.
Namun, saat Jean menginjak umur 13 tahun, ibunya mengakhiri hidupnya dengan meminum cairan racun serangga.
Akibatnya, kendati mereka menumpang pada sanak-famili, namun Jean yang masih berumur 13 tahun pun turut berjuang keras untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.
"Apapun dilakukannya, bahkan pernah memungut makanan dari sampah demi hidup," tutur Desiana.
Setelah beranjak remaja, Jean melakoni pekerjaan apa saja, mulai sebagai Sales Promotion Girl (SPG) hingga menjadi pembantu.
"Pernah dia (Jean) pulang dengan hanya mendapat sebungkus nasi. Nasi itu diberi kuah yang banyak agar bisa dimakan kami berdua," ucapnya.
Akhirnya Desiana menikah pada tahun 2011, dan dikaruniai anak kembar.
Namun malang, keluarganya bubar karena harus berpisah dengan suaminya.
"Kembali Jean dengan tanggungjawabnya sebagai seorang kakak, ikut membantu saya dan anak-anak saya," tuturnya sedih.
Karena harus lebih banyak merawat Jean selama sebulan terakhir, Desiana pun terpaksa meninggalkan pekerjaannya. 
Desiana sedang berjuang untuk mengupayakan biaya pengobatan Jean dengan cara meminta sumbangan dana, lantaran dia tidak tahu lagi bagaimana harus membayar biaya rumah sakit, sementara Jean tidak memiliki BPJS.
"Saya meminta bantuan dana ke teman-teman, bahkan mantan atasan saya. Saya meminta bukan meminjam. Karena saya sadar bahwa saya tidak mungkin bisa mengembalikan uang yang jumlahnya mencapai ratusan juta untuk pengobatan lanjutan Jean," jelas Desiana.
Perjuangannya pun membuahkan hasil. Terkumpullah dana hingga Rp 20 juta.
"Dana itu saya pakai untuk pengobatan kakak saya, bahkan atasan Jean, yakni pak Rubi Hidayat, juga membantu menggalang donasi dari Facebook dan laman kitabisa.com. Puji Tuhan, dana tersebut bisa menutup biaya pengobatan kakak saya," ujarnya.
Sejak siuman pada hari Jumat (3/2/2017) lalu, kondisi Jean mulai mengalami perbaikan.
Bahkan pada hari Selasa (7/2/2017), Jean sudah dibolehkan pulang oleh pihak dokter RSUP Sanglah setelah perawatan selama 1 bulan.
Padahal, sebelumnya dokter memprediksi Jean akan dirawat setidaknya selama 2 bulan akibat luka berat yang dideritanya dalam kecelakaan.
Dokter menyebut kesembuhan cepat Jean sebagai keajaiban.
"Dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter untuk selanjutnya menjalani rawat jalan. Jean akan kami bawa ke kosnya yang dulu, di jalan Pulau Sayang, Denpasar," tutur Desiana.
Meski sudah diperbolehkan pulang, namun Jean tetap harus menjalani pengobatan akibat amnesia yang dialaminya.
Saraf motorik Jean jadi cenderung kurang peka terhadap rangsangan.
Menurut dokter, Jean harus mendapatkan terapi selama 6 bulan untuk mengembalikan ingatannya serta memperkuat rangsangan terhadap saraf motoriknya.
"Dokter mengatakan, butuh waktu sekitar 6 bulan untuk mengembalikan ingatan Jean hingga 75 persen. Tapi Jean tidak boleh terlalu dipaksa untuk mengingat dan berlatih mendapat rangsangan," ujar Desiana menirukan ucapan dokter.
Desiana mengatakan, inilah saat baginya untuk membalas perjuangan Jean dulu saat mereka ditinggal oleh orangtuanya.
"Ini saat bagi saya untuk membalas semua kebaikan Jean untuk saya dan anak saya. Saya akan merawat Jean dan sebisa mungkin untuk mencari pekerjaan lagi demi kelangsungan pengobatan Jean," tutur Desi.
Source : Tribun Medan


Related Posts

Mengerikan, di Ambang Kematian Wanita Ini Sadar Usai Kecelakaan Berat, Namun. . .
4/ 5
Oleh